Showing posts with label INDAHNYA BERBAGI. Show all posts
Showing posts with label INDAHNYA BERBAGI. Show all posts

Thursday, 28 November 2013

PESTANYA ANAK-ANAK SALEH KABUPATEN SLEMAN


Sudah hampir dua pekan FASI IX TKA-TPA Tingkat Kabupaten Sleman berlalu. Namun, seakan-akan baru kemarin saja pesta akbar anak-anak saleh antar kecamatan se-Kabupaten Sleman tersebut digelar.  Perhelatan akbar tahunan jilid sembilan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 17 November 2013. Tahun ini, FASI IX Kabupaten Sleman kembali bertempat di MAN III Yogyakarta. 

Pada FASI IX Kabapaten Sleman kali ini, BADKO Rayon Minggir mengirimkan kurang lebih 25 santri yang semuanya sudah diseleksi pada FASI tingkat Rayon beberapa waktu lalu. Alhamdulillah dari sekian santri tersebut, ada 4 (empat) santri yang berasal dari TPA Nurullah Klepu. 

Alhamdulillah BADKO Rayon Minggir memperoleh 4 kejuaraaan dalam FASI IX Kabupaten Sleman 2013. Hasil tersebut adalah :

  1. Juara 3 CCA TKA (TPA Baiturrahman, Nglengking),
  2. Juara 2 Menggambar TPA Putra (Bagas Wicaksana, TPA Darussalam Singojayan),
  3. Juara 2 Praktek Sholat TPA Putra (TPA Baiturrahman, Nglengking), dan
  4. Juara 2 Mewarnai TKA (Zulfa Fatarani, TPA Nurullah Klepu).

Keempat wakil Rayon Minggir tersebut akan melaju lagi pada tingkat Provinsi..Chayoo

Mari kita intip aksi mereka..

Alhamdulillah..sebelum berangkat dibuatkan teh hangat & temannya roti lapis selai blueberry. Terima kasih Mbah Wasini (simbahe Mz Ma'ruf)  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Ruang transit & basecamp kafilah BADKO Rayon Minggir  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Pembukaan, sambutan-sambutan, baru peraaaaang..hehe  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Bukan tujuan utama, hanya bonus - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Jumlah pendamping selalu lebih banyak ketimbang yang lomba, itulah lomba mewarnai tk TKA..heheh  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Kafilah-kafilah menggambr terhebat dari tiap RAYON  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Wehehe..Mas Ma'ruf sedang beraksi  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013
Berani, Super PD, unyu-unyu, dan penuh keceriaan itulah nasyid TKA  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Edisi mengintip De' Luthfi yang sedang tampil di lomba adzan..hehehe kameramen ndak kebagian tempat disini.  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Kontestan nasyid tk TPA dari Rayon Minggir  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Wholla..akhirnya Mbak Icha, kontestan no 17 dipanggil juga..keri dewe jebulnya  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Taaraaaaaa...inilah karya Mas Ma'ruf  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

TOSS.."Kalian luar biasaaa"  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

"Sang Penginjen" adalah sosok pemberi semangat dan do'a yang tak pernah berhenti mendukung, meskipun dari balik jendela kaca..hehehe..  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Gazebo-gazebo yang sejuk, dan asri tepat berada di jantung MAN III Yk menjadi basecamp dari Rayon-Rayon BADKO TKA-TPA - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Cerdas dan kreatif "Man Jadda Wa Jadda" bukan toko bag*s, bukan pula Bern*aga.com..hehehe  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Bahkan Spongebob pun ikut meramaikan FASI IX kali ini.."Aku siap..aku siap..aku siap"...hihihih  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Restu, do'a, dan dukungan yang tak pernah putus.."Terima Kasih IBu..Bapak.."  - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Ba'da Duhur, Alhamdulillah diberikan rejeki yang melimpah dari-Nya. Suasana menjadi lebih sejuk dan syahdu. - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan)" - FASI IX TKA-TPA Kab. Sleman 2013 
Wokey..demikian laporan reporter @aan_kisame dari arena FASI IX TKA-TPA Kabupaten Sleman. Mohon maaf atas segala kekurangan, kita kembali ke studio..#weleh.

"man jadda wa jadda" - TPA Nurullah Klepu

Wednesday, 13 November 2013

KAMI DAN HUJAN



tik...tik...tik..tik..tik..tik.tik.tik.breeeeess..."Asyiiiiik Udaaaaaan" serentak teriak sebagian santri TPA kami sambil loncat-loncat kegirangan. Keceriaan yang tiba-tiba meledak di serambi masjid kami ketika kegiatan TPA hampir berakhir sore itu. Mungkin itu adalah wujud rasa syukur mereka kepada-Nya, setelah sekian waktu hujan tidak mengguyur dusun kami. Aroma tanah yang wangi dan segar turut menambah syahdu suasana petang menjelang maghrib kala itu.

Datangnya hujan selalu terasa istimewa bagi kami. Hujan selalu memberikan ketentraman dan kedamaian. Tapi kalau berbarengan sama saudaranya si petir dan si angin jadi beda lagi ceritanya...hii. Ambil hikmahnya saja, saat si petir dan angin ikut rombongan hujan, kebanyakan dari kita baru ingat akan kuasa Allah..iya to? Hayo ngaku!

Mengamati hujan yang turun adalah pemandangan yang sangat luar biasa. Rasa syukur akan keindahan alam dan kuasan-Nya pasti mudah terucap ketika kristal-kristal air yang jernih menyapu bumi pertiwi. Siapa yang tidak menantikan kehadiran hujan? Bahkan alam semesta pun sangat rindu akan hadirnya hujan. Kehadiran hujan seakan-akan memberikan gairah kehidupan pada musim kemarau.

Selalu menarik bagi kami saat mengamati hujan. Dalam sekejap kita dibawa kedalam barisan lamunan. Menghadirkan kasih sayang seorang ibu yang begitu hangat. Keceriaan saat bermain bersama bapak. Kelembutan dan kebaikan sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesah kita. Orang-orang yang tersayang. Alunan tasbih burung-burung emprit yang berteduh menanti hujan reda. Nyanyian semangat sang katak. Keteguhan daun bertahan di tahta ranting menghalau terpaan dan masih banyak lagi kepingan-kepingan terkecil kekuasaan Tuhan yang sering kita kufurkan..Astaghfirullaah.  

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)” (QS. Al-Furqaan: 48-50).
"Walah malah udan.." Ucapan yang sangat tidak asing di telinga kita. Simple tapi yang demikian itu juga merupakan wujud kufur nikmat kepada-Nya. Mulai sekarang kurangi keluhan-keluhan kita. "Berani basah itu baik" kata iklan lagi..hihihi

Wokey dulur-dulur..musim hujan sudah tiba, selalu berhati-hati di jalan, jangan lupa membawa payung/ jas hujan, dan yang pasti jangan lupa selalu berdo'a. Toss !!

"berlarilah ditengah hujan dan rasakan rizqi-Nya mengalir" - TPA Nurullah Klepu

Saturday, 19 October 2013

TEKAD SEORANG USTADZ/ USTADZAH





Kalau kamu berpikir untuk masa satu tahun,

tanamlah jagung...

Kalau kamu berpikir untuk masa 10 tahun,

tanamlah pohon...

Kalau kamu berpikir untuk masa 100 tahun,

didiklah anak...

Kalau kamu berpikir untuk masa 1000 tahun,

didiklah anak dengan Al Qur'an...

"Karena Al Qur'an akan memperpanjang usia dunia"


Untuk itu, marilah kita bertekad :

"Kalau disana ada 1000 ustadz, sayalah orang yang ke-1000"

"Kalau disana ada 100 ustadz, sayalah orang yang ke-100"

"Kalau disana ada 10 ustadz, sayalah orang yang ke-10"

"Kalau disana hanya ada satu ustadz, ITULAH SAYA"


"tanamkan selalu tekad ini dalam hatimu, KAWAN.." - TPA Nurullah Klepu

Wednesday, 9 October 2013

SENYUM = SEDEKAH


Senyum dalam ajaran Islam bernilai ibadah lho. Seulas senyuman yang disunggingkan kepada seseorang setara dengan nilai bersedekah. Tersenyum kepada saudara merupakan cara termudah untuk meraih keridhaan hatinya dan menghilangkan semua kebencian dan kedengkian yang ada di dalam hatinya. Karenanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan agar hendaknya seorang muslim tidaklah melihat ke arah saudaranya kecuali dalam keadaan tersenyum, dan beliau sendiri telah melakukan apa yang beliau anjurkan ini. Karena selain dia merupakan cara termudah untuk mempererat persaudaraan, tersenyum juga merupakan cara termudah untuk mendapatkan pahala dari Allah, karena setiap senyum yang kita lakukan akan dinilai sebagai sedekah kita kepada saudara kita. Weh..weh..weh..ternyata sedekah mudah banget yak.

Saking ajaibnya ibadah senyum ini, tidaklah dua orang yang bermusuhan saling tersenyum satu sama lain kecuali akan hilang saat itu juga permusuhan yang terjadi di antara mereka, atau paling gak minimal hubungan di antara keduanya akan berangsur membaik.

Sebuah senyuman yang tulus sesungguhnya sangat bermanfaat bagi pihak yang melemparkan senyuman (yang senyum) maupun bagi pihak yang dilempari senyuman. Adapun manfaat-manfaat senyum di antaranya adalah:
  1. Senyum itu dapat memperbaiki hubungan seseorang, baik dengan orang lain maupun dengan Tuhannya.
  2. Senyum dapat menambah daya tarik seseorang. Buktikan saja kalo gak percaya, cari cermin kemudian tersenyum, pasti jadi tambah ganteng/ cantik..hihi [pasti setelah baca ini langsung cari cermin]
  3. Senyum juga dapat menjaga dan memulihkan kesehatan seseorang lho. Sekali senyum seseorang hanya membutuhkan tujuh belas otot wajah sedangkan bila kita cemberut maka yang akan tertarik kurang lebih tiga puluh dua otot wajah..hmmm berarti dengan senyum bisa awet muda kali yak..hihi
  4. Senyum dapat memperluas pergaulan..asal gak kebanyakan senyam-senyum di jalan juga lho ndak dikira ??? he
  5. Dan yang pasti, senyum itu selalu dapat meredam kemarahan.
Wow..ternyata senyum itu manfaatnya seabrek-abrek ya, pantesan saja sampai ada lagunya. Hayoo siapa yang masih ingat lagu ini :

            " Ayo ngguyu..ha ha ha ha

              Ngguyu maneh..ha ha ha ha

              Yen ngguyu ojo, seru-seru "

Oce..Pengunjuuuuuuuung !!!! Keep Smiiiiiiiiiilllleee

"berikanlah senyum yang paling tulus untuk semua saudaramu" - TPA Nurullah Klepu

Tuesday, 17 September 2013

SANG PAHLAWAN PENEMU METODE IQRO'


KH. AS'AD HUMAM
"Sang penemu metode iqro' & pahlawan yang patut dikenang"

Aku yakin mayoritas rakyat di seluruh Indonesia yang pernah menjadi seorang muslim, apalagi masih muslim sejak lahir hingga sekarang mengenal Iqro’. Dan aku juga yakin kita semua tidak terlalu asing dengan seorang tokoh bernama K.H. As’ad Humam, penemu metode Iqro’.

Melalui metode Iqro’ itulah aku belajar membaca tulisan arab Dan al Quran hingga akhirnya bisa membaca Al Quran sampai sekarang. Aku pun yakin kamu juga bisa membaca Al Quran seperti sekarang ini juga menggunakan media belajar buku Iqro’. Sungguh betapa besar amal jariyah K.H. As’ad Humam yang melalui buku metode penemuannya jutaan umat di Indonesia akhirnya bisa membaca Al Quran. 

Secara tidak langsung, beliau memiliki murid jutaan -salah satunya aku Dan kamu- yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia bahkan hingga ke Malaysia Dan Singapura sehingga memperoleh kebaikan serta barokah atas ilmu yang beliau ajarkan kepada kita semua. 
Memang benar sabda Rasulullah SAW bahwa ilmu yang bermanfaat bakal menjadikan si-empunya ilmu memperoleh kebaikan yang terus menerus seperti air yang mengalir tak pernah kering. Ini pula lah yang dapat dirasakan atas apa yang telah diwariskan K.H. As’ad Humam.

Tak banyak orang yang mengenal K.H. As’ad Humam memang. K.H. As’ad Humam lahir pada tahun 1933. Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau juga bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

Sejarah berawal dari keinginan KH. As’ad Humam bersama kawan-kawannya yang dihimpun dalam wadah Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta, untuk mencari bentuk baru bagi sistem pengelolaan pengajian anak-anak dan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an. Pada saat itu, metode membaca al Quran selain Iqro’ juga sudah ada seperti metode Juz Amma, methode Al-Banjary, methode Al-Barqy dan banyak methode lainnya. 

Banyak para penguji mencoba mengadakan pengujian terhadap keakuratan metode ini. Ternyata karena selain sederhana dengan metode iqro sangat mudah mempelajari Al-Qur’an dibanding metode yang lain.

Singkatnya, setelah melalui studi banding dan ujicoba tersebut, maka pada tanggal 21 Rajab 1408 H, bertepatan dengan tanggal 16 Maret 1988, didirikanlah Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) “AMM” Yogyakarta. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 16 Ramadlan 1409 H (23 April 1989) didirikan pula Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) “AMM” Yogyakarta. 

Antara TKA dan TPA tidaklah memiliki perbedaan dalam sistem, keduanya hanya berbeda dalam hal usia anak didiknya. TKA untuk anak usia TKA (4,0 – 6,0 tahun) sedangkan TPA, untuk anak usia SD (7,0 – 12,0 tahun). TKA-TPA “AMM” ini terletak di Kampung Selokraman, suatu kampung di pinggiran kota Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bantul. Selokraman ini masuk wilayah Kalurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede Yogyakarta.

Pada awal berdirinya (1988), TKA-TPA “AMM” ini belum memiliki gedung sendiri. Mula-mula hanya menempati beberapa ruang (salah satunya adalah ruang garasi) dari rumah milik pribadi KH. As’ad Humam. Baru kemudian pada tahun 1991 bisa membangun sebuah gedung yang memiliki 15 ruang, 4 ruang diantaranya berada di lantai 2. 11 ruang untuk kegiatan belajar (ruang kelas), 2 ruang untuk kantor, 1 ruang untuk sekretariat Team Tadarus “AMM” dan 1 ruang untuk sekretariat Team Tadarus “AMM” dan 1 ruang untuk ruang tamu. Di sebelah kiri ruang-ruang kelas terdapat kamar kecil dan halaman samping, sedang di depan gedung terdapat halaman yang cukup luas untuk bermain dan upacara.

Atas hasil karya beliau tersebut, tahun 1991 Menteri Agama RI (waktu H Munawir Sjadzali MA. Menjadikan TKA /TPA yang didirikan K.H. As’ad Humam di kampung Selokraman Kotagede Yogya sebagai balai litbang LPTQ Nasional. Dan selanjutnya, perkembangan Iqro’ pun meluasa tidak hanya di di Yogyakarta Dan Jawa Tengah saja namun sudah sampai ke pelosok-pelosok tanah air Dan mancanegara. Bahkan di Malaysia, metode Iqro ditetapkan sebagai kurikulum wajib di sekolah.

Metode Iqro’ sendiri telah sering diteliti Dan dijadikan objek penelitian. Hasilnya, efektivitas metode Iqro’ dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di TKA-TPA “AMM” Kotagede Yogyakarta bagi anak usia TK (4,0 – 6,0 tahun) dalam waktu 6 – 18 bulan sudah mencapai angka 89,9% yang bisa diantarkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an. Sedang untuk anak usia SD (mayoritas usia 7,0 – 9,0 tahun) ternyata lebih cepat lagi. Dalam waktu 12 bulan, mayoritas dari mereka (84,31%) telah lancar membaca al-Qur’an. Waktu yang relatif cepat bila dibandingkan dengan metode (kaidah) Baghdadiyah melalui sistem pengajian “tradisional” yang memerlukan waktu 2 – 5 tahun.

Kini, K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua. Meskipun beliau telah meninggal dunia, ilmu yang beliau wariskan menjadi kebaikan bagi beliau yang terus mengalir menambah kebaikan bagi beliau di sisi Allah.

Diposkan oleh : Fanni Rahmatina Rahim
Diposkan oleh BAROKAH AGENCY di 00.46